Butterfly Hug Metode Redam Emosi

Kesehatan —Kamis, 25 Nov 2021 14:00
    Bagikan  
Butterfly Hug Metode Redam Emosi
image/ pinterest

Depost.id 

Ketika sedang merasakan cemas atau emosi yang meledak-ledak, semua yang kamu lakukan bisa jadi terasa kalau dan diluar kendali. Ketika kamu sedang sendiri, mungkin akan merasa bingung bagaimana cara meredamkan emosi kamu. Sekarang kamu bisa mencoba sebua metode terapi madiri untuk meredakan emosi atau sekadar memberikan ketenangan pada diri sendiri, yaitu dengan metode Butterfly Hug.

Butterfly Hug atau yang berarti pelukan kupu-kupu merupakan salah satu metode terapi yang dilakukan oleh diri sendiri ketika merasa tidak nyaman atau merasa sedang memiliki emosi yang berlebihan. Pelukan ini menstimulasi diri untuk meredam rasa cemas dan membuat diri menjadi lebih tenang juga merasa aman.


Metode ini bermula pada tahun 1998, dimana Lucina Artigas dan Ignacio Jarero menolong para korban yang selamat dari badai besar di Acapulco, Meksiko. Mereka mencoba untuk memberikan rasa tenang dan nyaman pada para korban dengan melakukan metode butterfly hug ini.

Metode ini kemudian berhasil membuat perasaan orang menjadi lebih baik. Kini, metode butterfly hug berkembang menjadi praktik standar yang dilakukan oleh dokter, psikolog atau terapis untuk mengatasi kecemasan.

Manfaat Butterfly Hug

Ketika seseorang sedang mengalami kecemasan, pada umumnya dia akan merasa ragu, takut, sulit untuk berkonsentrasi dan mengambil keputusan, gugup dan bahkan bisa sampai marah tidak menentu. Jika merasaan demikian, cobalah untuk melakukan teknik butterfly hug ini sebagai pertolongan pertama saat merasakan hal-hal yang telah disebutkan.

Butterfly hug ini dapat membuat pikiran kamu menjadi lebih tenang dan tubuh menjadi rileks, sehingga rasa khawatir dan cemas berangsur-angsur mereda, begitu juga dengan gejala-gejala gangguan kecemasan lainnya.

Terapi butterfly hug ini juga bisa membantu seseorang yang mengalami PTSD atau gangguan stress pascatrauma ketika ingatan buruk terhadap kejadian yang traumatis hadir dalam pikirannya dan membuat ia merasa tertekan secara emosional. Teknik ini juga diketahui efektif untuk meredakan gejala PTSD pada anak yang menderita kanker.

Dalam sebuah penelitian juga membuktikan bahwa terapi butterfly hug yang diterapkan secara rutin dapat membuat anak yan awalnya kurang memahami dan kurang bisa mengendalikan emosinya menjadi lebih piawai alam memahami emosi diri sendiri dan juga teman disekitarnya, mentoleransi dan menolong orang lain, serta dapat bekerja sama.

Baca juga: Satreskrim Polresta Bandung Ungkap Kasus Anak Dalam Karung

Baca juga: Wisata Garuda Wisnu Kencana Bali

Baca juga: Perbedaan Antara TOEFL, IELTS dan TOEIC

Cara Melakukan Butterfly Hug

Terapi butterfly hug adalah salah satu terapi mandiri yang paling mudah untuk dilakukan. Berikut cara-cara melakukan butterfly hug :

  • Silangkan kedua tangan di depan dada. Letakkan ujung jari masing-masing tangan berada di bawah tulang selangka atau di lengan atas. Cari posisi yang laing nyaman menyimpan tanganmu ya.
  • Tutup kedua matamu sambil mengatur napas. Jangan lupa untuk memfokuskan pikiran selama melakukan butterfly hug.
  • Lakukan gerakan menepuk-nepuk tangan secara perlahan, sehingga kedua tanganmu akan terlihat seperti kepakan sayap kupu-kupu. Lakukan kegiatan ini selama 30 detik atau lebig sampai kamu merasa lebih tenang.
  • Sambil menepuk pundakmu, atur napas yang masuk dan keluar. Coba rasakan semua yang ada di sekitarmu mulai dari emosi dan hal-hal fisik lainnya.
  • Bayangkan segala perasaan da emosi yang kamu rasakan meluap dan melewati dirimu dalam bentuk awan. Sadari bahwa mereka ada, jangan dilawan dan kamu tidak perlu merubahnya.
  • Berhentilah jika dirasa perasaan mu membaik dan lebih tenang.

Kamu bisa melakukan ini dimana saja dan kapan saja. Tapi cobalah untuk mencari tempat yang nyaman dan tidak terlalu ramai agar kamu bisa merasakan kenyamanan lebih cepat. Selain untuk diri sendiri. Kamu juga bisa mempraktikkan terapi ini untuk orang lain ketika mereka mengalami emosi yang tidak stabil. Semoga bermanfaat!/Reg.

Baca juga: Perbedaan Antara TOEFL, IELTS dan TOEIC

Baca juga: Burung Hantu Masuk ke Dalam Rumah? Simak Mitos Berikut

Editor: Rere
    Bagikan  

Berita Terkait