Beberapa Mitos Larangan yang ada di Negara Luar

Mystery —Selasa, 16 Nov 2021 12:54
    Bagikan  
Beberapa Mitos Larangan yang ada di Negara Luar
Beberapa Mitos Larangan yang ada di Negara Luar./pinterest

Sebagai orang Indonesia pasti tidak asing dengan kata pamali. biasanya orang-orang tua dulu sering melarang anak mereka melakukan hal tertentu untuk menghindari malapetaka. Seperti misalnya “jangan duduk di depan pintu nanti susah jodoh,”.


Tapi pamali pun tidak9 hanya beredar di Indonesia saja. Banyak negara di Asia dan sebagian Eropa yang masih percaya Pamali. Berikut adalah beberapa pamali dari berbagai negara.


1. Tidak Boleh Bersiul (Rusia dan Norwegia)
Warga Rusia dan Norwegia tidak percaya bahwa jika mereka bersiul didalam rumah maka keluarganya akan mendapat musibah. Musibah yang dimaksud adalah mereka akan diterpa masalah ekonomi. Mereka lebih memilih untuk bersiul diluar rumah. Sedangkan warga Norwegia percaya bahwa jika mereka bersiul di siang hari makan akan membuat hujan turun.


2. Sebelum Ujian Tidak Boleh Makan Pisang
Mitos ini tidak boleh makan pisang sebelum beredar di negara tetangga Vietnam. Murid tidak percaya bahwa pisang akan kesulitan dalam menjawab pertanyaan. Pasalnya pisang adalah buah yang licin. Dalam bahasa Vietnam kata licin sama artinya dengan gatal. Mungkin itu digambarkan sebagai kesulitan atau petaka disana.


3. Garam Tumpah Akan Sial
Mitos ini berkembang di masyarakat Inggris dan Skotlandia. Masyarakat tidak akan percaya jika mereka menumpahkan garam di atas meja kesialan yang akan datang. Selain undangan kesialan masyarakat disana tidak ada yang percaya bahwa garam yang tumpah pada siang hari akan menciptakan perpecahan atau adu mulut.

Baca juga: Kapolda Jabar Minta Kasus Comara tak Terulang

Baca juga: Walikota Bandung, Resmikan 4 Kawasan Tanpa Rokok


4. Tidak Boleh Tunda Topi Diatas Kasur
Mitos kali ini datang dari Negri Paman Sam. Tepatnya mitosis ini berkembang dimasyarakat daerah South Carolina. Masyarakat disana mempercayai jika mereka menyimpan topi diatas kasur mereka kesialan akan datang. Maka dari itu setiap rumah di daerah Amerika memili gantungan mantel dan topi agar mencegah pamali.


5. Hitungan Ganjil Genap dalam membuat Jendela
Bahkan mitos pamali pun masih banyak di negara yang penduduknya sangar banyak seperti di China.


Mereka memiliki pantangan angka atau jumlah. Seperti salah satunya masyarakat atau keturunan Hokian di sana jika ingin membangun rumah jumlah jendelanya harus memenuhi genap. Sedangkan bagi masyarakat atau keturunan orang Khek harus memiliki jendela dengan jumlah ganjil. Bagi masyrakat Hokian angka genap genap kerukunan sedangkan bagi masyarakat Khek angka ganjil adalah angka keselamatan.(FR)
Tulisan dapat dipastikan belum dipastikan kebenarannya dan diharapkan mengambil hikmah dari semua kejadian. Dimohon tidak mengikuti hal yang menyesatkan dan menimbulkan kerugian. Semua hanyalah fiksi belaka.

Baca juga: Resep Kombucha Mangga: Minuman Hasil Fermentasi Larutan Teh dan Gula

Baca juga: Taman dan Kebun Binatang Lembang: Wisata Edukasi Keluarga Seru

Baca juga: Disney+ Menambahkan Lebih Sedikit Pelanggan Dari yang Diharapkan Pada Kuartal ini


SUMBER : INIHOROR.COM


Editor: Amel
    Bagikan  

Berita Terkait