Safari Iman Ramadhan (Safir) di Kampus UII Yogyakarta

News —Sabtu, 16 Apr 2022 12:48
    Bagikan  
Safari Iman Ramadhan (Safir) di Kampus UII Yogyakarta
Salat tarawih berjamaah dan tausiah di Masjid Kampus UGM, Yogyakarta.* (FOTO: Biro Adpim Jabar)


DEPOSTID (KOTA YOGYAKARTA),- Dalam acara talkshow Safari Iman Ramadhan (Safir) 1443 H bertajuk “Para Pemuda Intelektual Muslim Membangun Negeri yang Berprestasi”, hadir Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebagai salah satu pemateri.  Kegiatan tersebut bertempat di Masjid Kampus UII, Yogyakarta, Selasa (05/04/2022).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta menjadi pemuda optimistis dan damai demi Indonesia Emas 2045.  Indonesia sendiri yang diprediksi masuk dalam empat negara terkuat dunia.

Namun ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. "Pertama jangan ada generasi stunting yang tidak produktif dan kompetitif. Ini syarat untuk mencapai empat besar ekonomi dunia," ujar Ridwan Kamil.

Kedua, syarat menjadi negara maju adalah Indonesia harus memiliki angka pertumbuhan ekonomi yang stabil minimal berada di angka 5 persen.

"Yang kedua ekonominya jangan ekonomi biasa harus gabungan antara ekonomi digital, ekonomi hijau, hilirasi industri dan ekonomi kreatif," kata Kang Emil - demikian akrab disapa. 

Terakhir, kondisi sosial dan politik yang stabil dan aman dan sesama anak bangsa tidak saling bertengkar.

"Kalau Indonesia mau kita jemput sebagai negara juara, jangan bertengkar. Perbesar persamaan, dan tidak membesar- besarkan perbedaan.  Jadikan perbedaan sebagai rahmat, insyaallah selamat.  Jangan masuk sebagai generasi yang hidupnya masih sibuk dengan urusan diri sendiri. Pemuda harus berani melompat mengurusi masyarakat," kata Ridwan Kamil.  

 

Tausiah di UGM

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil salat tarawih berjemaah dan memberikan tausiah di Masjid Kampus UGM, Yogyakarta, Selasa (05/04/2022). Dalam tausiahnya, ia mendoakan jemaah, yang mayoritas merupakan mahasiswa, dapat menjadi pemimpin masa depan yang baik dan meniatkannya sebagai ibadah .

"Ini adalah kerinduan setelah dua tahun tidak ada tarawih secara berjemaah. Kepada mahasiswa, saya juga memberi nasihat bahwa pemilik masa depan adalah mereka, yang salah satunya adalah mahasiswa UGM. Semoga kelak menjadi pemimpin yang baik," kata Kang Emil.

Kang Emil juga mengajak jemaah untuk selalu berpikir positif dan optimistis. Dua hal itu, katanya, akan mengantarkan semua orang kepada hal-hal baik maupun positif.

Selain itu, Kang Emil juga memaparkan tiga prinsip yang ia pegang teguh sebagai pemimpin. Pertama, niatkan kepemimpinan untuk ibadah.

"Pertama, pemimpin muslim yang saya gunakan adalah meniatkan kekuasaan ini sebagai ibadah. Makanya, jadi mahasiswa niatkan ibadah, jadi suami niatkan ibadah, jadi rektor, apapun, niatkan untuk ibadah," ucapnya.

 

Prinsip kedua yang Kang Emil pegang adalah kekuasaan hanya sementara. "Dasar pemimpin Islam kedua yang saya gunakan adalah bahwa Allah memberikan kekuasaan kepada saya karena Allah kehendaki dan Allah juga akan cabut sesuai apa yang Allah kehendaki," tuturnya.

Prinsip terakhir, kata Kang Emil, memberikan manfaat kepada semua orang. "Dan yang ketiga yang saya gunakan adalah manusia yang bermanfaat bagi yang lainnya. Buat apa saya jadi gubernur kalau hanya modal sehari-hari pencitraan tanpa solusi. Buat apa jadi pemimpin, buat apa jadi apapun, kalau hidupnya hanya sekadar gelar tanpa ada manfaat," ucapnya.

Salah satu mahasiswa UGM, Erjino, menuturkan bahwa dirinya termotivasi dengan semangat Kang Emil untuk terus berkarya dan menebar manfaat kepada masyarakat.

"Pak Ridwan Kamil memberikan tausiahnya mengenai pesan persatuan Indonesia, jangan terpecah belah, jangan malu untuk bermimpi dalam membuat sebuah karya untuk bangsa. Dan saya termotivasi," kata Erjino.

 

Salat Subuh berjamaah

Gubernur Jawa Barat  Ridwan Kamil melaksanakan salat subuh berjamaah, lalu memberikan kuliah subuh bersama Mualaf Center Indonesia di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, Rabu (06/04/2022).  Turut hadir Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta Ustaz Muhammad Jazir ASP.

Dalam kuliah subuhnya, Ridwan Kamil menyampaikan kepada jamaah Jogokariyan tentang pemimpin yang adil.

Ia menuturkan, berlaku adil adalah hal yang paling sulit karenanya sebagai masyarakat muslim memegang teguh syariat Islam sangat penting sebagai upaya untuk mencapai keadilan.

"Karena pemimpin itu adalah pengambil keputusan yang kadang tidak selalu dianggap nyaman oleh penerima keputusan. Maka dari itu menjadi adil dalam kepemimpinan itu yang paling susah.  Tapi selama syariat tidak dilanggar, aturan-aturan tidak dilanggar, bismillah," kata Ridwan Kamil.

Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Jazir ASP juga memberikan pandangan, bahwa masjid merupakan sumber calon kepemimpinan bangsa dan kesejahteraan rakyat.

"Saudara-saudara, tagline dari masjid ini adalah dari masjid menyiapkan pemimpin-pemimpin bangsa.  Aplikasinya masjid menjadi sumber kesejahteraan rakyat, bagaimana kita membangun kesejahteraan rakyat di segala aspek, terkhusus ekonomi," tutur Jazir.

Pada kesempatan itu Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil memaparkan pula program-program dakwah yang diterapkan di Jawa Barat.

"Kami ada Program Satu Desa Satu Hafiz (Sadesa). Dari 5.300 desa, kini sudah 4.700 desa mempunyai penghafal Al Quran. Kemudian Program One Pesantren One Product (OPOP) yang sudah 3.000-an usaha lahir. Salah satu inspirasi dari Jogokariyan juga, yakni dakwah digital, Kredit Mesra, dan English for Ulama," ujarnya.

Tak hanya itu, Kang Emil berharap dengan konsep manajemen Masjid Jogokariyan, yang terdiri dari pemetaan dakwah, pelayanan dan pemberdayaan umat bisa memberi pelajaran untuk manajemen masjid-masjid di Jabar.

"Di Jawa Barat kami mempunyai 100 ribu masjid, tapi apalah jumlah itu kalau tidak makmur. Makanya saya selalu berharap dan mendoakan, konsep Jogokariyan ini menasional dan mendunia. Kami tentu ingin belajar bagaimana memakmurkan masjid," ungkapnya. * (bersumber dari siaran pers / TISHA S KANILAH)

 

Editor: Zizi
    Bagikan  

Berita Terkait