Uu Ruzhanul Buka Milenial Smartren Ramadan 1443 H

News —Senin, 18 Apr 2022 11:22
    Bagikan  
Uu Ruzhanul Buka Milenial Smartren Ramadan 1443 H
Pemprov Jabar menyelenggarakn Milenial Smartren atau Smart Pesantren Ramadan 1443 H. Kegiatan ini diikuti siswa siswi SMA, SMK, SLB dan MA se- Jawa Barat.* (FOTO: Biro Adpim Jabar)

DEPOSTID (KAB BANDUNG),- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum resmi membuka  Milenial Smartren atau Smart Pesantren Ramadan 1443 H yang diikuti siswa siswi SMA, SMK, SLB dan MA se- Jawa Barat.  Smartren Ramadan diharapkan mampu memberikan pendidikan yang bersifat ukhrowi pada anak-anak didik. Baik itu ilmu yang bersifat tauhid maupun fiqih.  Demikian dikemukakan Uu Ruzhanul Ulum.

Pak Uu menuturkan, dalam pembangunan di Jawa Barat, generasi muda mempunyai peran yang sangat penting dalam memanfaatkan bonus demografi. Sebab banyak program pemerintah yang membutuhkan peran serta generasi muda melalui inovasi dan kreativitasnya.

"Oleh karena itu sebagai anak muda harus mempersiapkan diri dalam menghadapi era globalisasi. Dengan berbagai persiapan berupa mental, spiritual, kemampuan dan keahlian," ujar Uu Ruzhanul Ulum secara virtual SMA Negeri 1 Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jumat (08/04/2022).

Namun, kata Pak Uu, dalam mencetak generasi muda yang berkualitas juga harus disertai dengan keimanan dan ketaqwaan. Sehingga adanya keseimbangan antara ilmu duniawi dan ukhrowi, maka Pemda Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat membuat program Milenial Smartren Ramadan yang telah berjalan empat tahun hingga kini.

Pak Uu mengingatkan arti penting pengajaran akidah dan amaliah dari kepala sekolah dan tenaga pendidik untuk anak didik yang mengikuti Smartren Ramadan tahun ini. Serta selama berlangsung kegiatan ini pada wali kelas harus mampu mengawasi anak didik agar kegiatan ini bisa sukses melebihi tahun kemarin.

“Mohon ada tes untuk evaluasi pada siswa yang sudah diajarkan selama dua minggu. Sehingga kami bisa melihat berhasil tidaknya pendidikan ukhrowi yang menjadikan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat khususnya bagi anak muda dalam rangka Juara Lahir Batin,” tuturnya.

“Siswa siswi pun saya harap ikuti kegiatan ini dengan semangat, seperti halnya kegiatan di sekolah. Setiap pagi datang untuk masuk kelas,” pungkas Pak Uu.

Kepala Bidang Pendidikan Khusus Latihan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Deden Saeful Hidayat melaporkan, kegiatan Smartren Ramadan 1443 H akan diikuti  para siswa selama dua minggu. Disdik Provinsi Jawa Barat memiliki beberapa program untuk mengisi pendidikan agama selama kegiatan ini berlangsung.

Di antaranya Ngopi (Ngobrol Pendidikan Islam) setiap minggu dilaksanakan dengan menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Kanwil Kemenag Jabar, Kapolda, Kejati. Kemudian penulisan mushaf Alquran, lalu Bubos (Buka Bersama On The Screen),  Rantang Pramuka berupa kegiatan berbagi siswa dan masyarakat sekitar.

Rantang Cinta berupa kegiatan berbagi ASN dengan masyarakat sekitar. Kajian Islam di sekolah melibatkan tokoh agama di daerah masing-masing yang dikolaborasikan dengan ikatan remaja masjid di sekolah.

“Yang terakhir adalah kegiatan baru yang kita luncurkan yang bernama Imam (Infaq Massal Aktualisasi Masagi). Berupa pembiasaan infaq secara rutin dari siswa, yang selanjutnya diberikan pula oleh siswa namun dicatat oleh sekolah,” ujarnya. 

Deden melaporkan kurun 5 – 8 April 2022 sudah terkumpul sebesar Rp1.010.674.524.

"Luar biasa anak-anak kita dengan pendidikan karakter yang kita ajarkan ternyata mereka memiliki kebiasaan infak yang luar biasa,” kata Deden.

Safari Ramadan 2022

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengajak seluruh masyarakat Jabar untuk senantiasa mendukung program-program Pemerintah Daerah Provinsi Jabar yang diselenggarakan khusus di bulan suci Ramadan. Salah satunya adalah Program Milenial Smartren atau Smart Pesantren Ramadan 1443 H.

Pak Uu menjelaskan, Program Milenial Smartren merupakan gerakan pesantren juara yang memberikan ilmu keagamaan pada siswa sekolah di tingkat SMA, SMK, SLB dan Madrasah Aliyah (MA) di bulan Ramadan.

Adapun ilmu keagamaan yang ditekankan Pak Uu untuk diajarkan dalam Milenial Smartren di antaranya tata cara wudu dan salat yang baik dan benar, bacaan salat yang mumpuni beserta rukunnya, ibadah puasa, serta membaca Al Qur’an.

“Pemprov Jabar terus mendorong kegiatan keagamaan seperti Smartren, yaitu pesantren juara di bulan Ramadan. Saya ingin masyarakat mendukung kegiatan ini,  maksimalkan penyelenggaraannya,” kata Pak Uu pada kegiatan Safari Ramadan 1443 H, di Pesantren Hudan, Desa Jati, Kecamatan Tarogongkaler, Kabupaten Garut, Sabtu (09/04/2022).

“Yang saya tekankan kepada para ustaz dan kepala sekolah agar siswa belajar salat dengan baik dan benar, rukun salat, wudu, puasa, dan baca Al Qur’an karena masih banyak tingkat SMA yang belum bisa membaca Al Qur’an,” ujarnya.

Ia menuturkan, Program Milenial Smartren bertujuan untuk membentuk karakter generasi muda yang tak hanya berpengetahuan luas, tetapi juga berwawasan agamis.

"Ini semua tiada lain agar produk-produk SMA di Jabar disamping memiliki iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) juga memiliki imtak (keimanan dan ketakwaan),” ungkapnya.

Pak Uu juga mengajak masyarakat Jabar untuk senantiasa memperbanyak dan meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci Ramadan.

Menurutnya, sesuai ajaran kiai dan ulama, Ramadan merupakan bulan penuh keberkahan yang harus dimanfaatkan seluruh muslim untuk beramal, sehingga mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

“Saya titip kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan ibadah di bulan suci Ramadan. Kalau kata kiai melaksanakan ibadah yang bersifat sunah di bulan suci Ramadhan, pahalanya sama dengan ibadah wajib, dan melaksanakan ibadah wajib pahalanya berlipat ganda hingga 70 kali,” papar Pak Uu.

“Saya sebagai pimpinan di Jabar mengajak kepada seluruh masyarakat, mari kita tingkatkan amaliah kita, ibadah kita saat Ramadan, bulan penuh rahmat dan maghfirah,” imbuhnya.* (bersumber dari siaran pers / TISHA S KANILAH)

 

 

Editor: Zizi
    Bagikan  

Berita Terkait