Revitalisasi Pasar Rakyat Baleendah, Semakin Bagus dan Nyaman

News —Selasa, 19 Apr 2022 11:13
    Bagikan  
Revitalisasi Pasar Rakyat Baleendah, Semakin Bagus dan Nyaman
Pasar Jabar Juara revitalisasi 13 pasar, salah satunya Baleendah.* (FOTO: Biro Adpim Jabar)

DEPOSTID (KAB BANDUNG),- Pemprov Jabar telah merevitalisasi lebih dari 13 pasar.  Salah satunya Pasar Baleendah.

"Kita meresmikan tahap dua revitalisasi Pasar Baleendah karena kita ingin di masa depan yang makmur itu pasar rakyat. Sudah lebih dari 13 pasar yang direvitalisasi oleh Pemda Provinsi Jabar, dan tentu akan kita revitalisasi dan juga kombinasi dengan pasar yang direvitalisasi oleh Pak Bupati (Bandung) sekarang ini," kata ujar Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat, Jumat (15/04/2022).

"Ini sekarang tahap dua. Alhamdulillah sudah terbangun 143 kios untuk pedagang. Pasarnya, insyaallah, makin bagus, dan seterusnya. Nanti ke depan kita jadikan pasar yang maju, nyaman dan pasar yang disukai rakyat," tutur Kang Emil.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyambut baik revitalisasi Pasar Rakyat Baleendah tahap dua. Menurutnya, program revitalisasi pasar tersebut membuat pengelolaan pasar semakin modern dan profesional.

"Secara umum kebijakan pasar rakyat yang ingin dikembangkan di Kabupaten Bandung adalah pasar yang memiliki tempat belanja dan harga terjangkau, yang bersih dan rapi, serta pengelolaannya dilakukan secara profesional dan modern," kata Dadang.

Kang Emil berharap, setelah direvitalisasi, Pasar Rakyat Baleendah menjadi lebih nyaman, dan masyarakat Kabupaten Bandung tertarik untuk berbelanja.

Revitalisasi Pasar Jabar Juara Sawangan

Pemerintah Kota Depok mengapresiasi Pemprov Jabar yang telah merevitalisasi Pasar Jabar Juara Sawangan Kota Depok.

Menurut Wali Kota Depok Mohammad Idris, revitalisasi tersebut merupakan solusi dalam bidang perekonomian sekaligus ketertiban.

"Ini yang memang sebelumnya kurang tertib, ya sekarang Alhamdulillah. Insyaallah dengan berdirinya Pasar Rakyat Jabar Juara ini dengan bantuan dari Pak Gubernur yang tidak sedikit dalam pembangunannya," katanya.

Idris berharap, seluruh masyarakat Kota Depok menjadikan pasar tersebut sebagai tempat untuk meningkatkan perekonomian dan mendukung visi Depok Maju Berbudaya Sejahtera.

"Tempat ini juga harus menampilkan sesuatu hal yang berbudaya jadi budaya bersih, budaya rapi, budaya tertib," ujar Idris.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan mengatakan, revitalisasi Pasar Jabar Juara Sawangan Kota Depok ini merupakan salah satu program dalam rangka mewujudkan visi misi Provinsi Jawa Barat, di antaranya Pasar Juara.

"Paling tidak ada dua program yang akan didorong.  Yang pertama dasar dilaksanakan yaitu revitalisasi pasar dari target 25 pasar sudah dibangun 21 pasar, sehingga tinggal 4 pasar lagi dari target.  Kemudian yang kedua dari SNI, dari 10 yang kita targetkan, sudah 7 pasar yang SNI," ujar Iendra.

Iendra menambahkan bahwa biaya pembangunan Pasar Rakyat Jabar Juara Sawangan di Kota Depok merupakan bantuan dari Pemprov Jabar.

"Kita sudah membangun dan membantu melalui bantuan keuangan sebesar Rp10 miliar melalui dana pemulihan ekonomi nasional tahun 2021," ucapnya.

Idris berharap, kerja sama antara Pemkot Depok dan Pemprov Jabar tidak hanya sebatas revitalisasi pasar, tetapi juga tempat-tempat lain yang merupakan area publik.

"Kita juga akan mengajukan beberapa proyek-proyek besar di Kota Depok antara lain taman-taman hutan Kota Depok yang kemarin Pak Gubernur sudah ke sana. Kita harapkan ini bisa banyak dibantu Pak Gubernur karena memang itu akan menjadi tempat alternatif keramaian dan juga tempat-tempat kedamaian, kebahagiaan bagi warga Kota Depok," tuturnya.

Seperti salah satunya, membangun alun-alun di wilayah Depok bagian barat. Hal itu guna melengkapi fasilitas publik Kota Depok setelah sebelumnya sudah ada alun-alun di wilayah timur.

Dalam kunjungannya ke Depok beberapa waktu lalu, Ridwan Kamil berkeinginan alun-alun di wilayah Barat Kota Depok nantinya memiliki ciri khas tersendiri.  Lokasi yang akan menjadi alun-alun sangat spesial karena berdekatan dengan Setu Tujuh Muara Bojongsari.  Setelah alun-alun jadi,  infrastruktur penunjang akan ikut dibangun. Salah satunya, memuluskan jalan akses menuju destinasi alun-alun tersebut.

Bahkan awal Februari lalu, pembangunan underpass Dewi Sartika Depok telah dimulai. Hal ini menjawab keluhan masyarakat Depok dan sekitarnya soal kemacetan. Dengan underpass ini, kendaraan tidak perlu bermacet-macetan menunggu kereta lewat karena dialihkan menuju ke bawah lewat terowongan.

Upaya pengurangan kemacetan lewat underpass juga akan membuat produktivitas masyarakat meningkat. Sebab waktu tempuh masyarakat menjadi lebih singkat. Sehingga perekonomian bisa kembali tumbuh dengan maksimal.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono mengatakan, pendanaan proyek pembangunan ini merupakan kerja sama antara Pemprov Jabar dengan Pemkot Depok. Biaya pembangunan sebesar Rp297,6 miliar ini berasal dari APBD Provinsi Jawa Barat dan Kota Depok. Adapun rinciannya, biaya pembebasan lahan sebesar Rp189 miliar dibiayai oleh APBD Kota Depok. Sedangkan konstruksinya adalah berasal dari APBD Provinsi Jawa Barat sebesar Rp108,6 miliar.* (Bersumber dari siaran pers / TISHA S KANILAH)

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor: Zizi
    Bagikan  

Berita Terkait