Kasus Pembuangan Bayi di Sungai Citanduy Masih Menjadi Penyelidikan Polisi

News —Selasa, 12 Oct 2021 14:53
    Bagikan  
Kasus Pembuangan Bayi di Sungai Citanduy Masih Menjadi Penyelidikan Polisi
Kasus Pembuangan Bayi di Sungai Citanduy Masih Menjadi Penyelidikan Polisi/ pinterest

PANGANDARAN, DEPOST

Pihak Kepolisian dari Sektor Kalipucang sampai saat ini masih menyelidiki dugaan kasus pembuangan bayi, yang terjadi di Sungai Citanduy, tepatnya di Dusun Pamotan, Desa Pamotan Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu 10 Oktober 2021 kemarin sore.

Kapolsek Kalipucang Iptu Iman Sudirman mengatakan bahwa bayi malang itu ditemukan dalam posisi telungkup di pinggir sungai Cintanduy.

"Mayat bayi berjenis kelamin perempuan itu ditemukannya oleh warga yang sedang memancing sekitar pukul 17:00 WIB," ujarnya kepada Depost Media, Senin 11 Oktober 2021.

Sontak, kata dia, warga sekitarpun langsung berkerumun, ingin melihat sosok mayat bayi malang itu.

Baca juga: Ngeri, Fenomena Danau Darah di Sadr Irak, Apa Penyebabnya?

Baca juga: Wales Menang 1-0 atas Estonia di Kualifikasi Grup E Piala Dunia 2022 di Qatar

"Kami langsung membawa mayat bayi ke Puskesmas Kalipucang, untuk dimandikan dan dipulasara," sebutnya.

Iman menyebutkan, mayat bayi sudah dikebumikan di pemakaman umum Desa Pamotan. "Langsung dimakamkan oleh warga, " ujarnya.

Selain itu, kata Iman, pihaknya kini sedang menelusuri siapa orang tua si bayi, yang telah tega membuangnya.

"Kami sudah dapat arahan dari atasan, untuk menelusuri warga yang baru-baru ini melahirkan, atau mengalami pendarahan," terangnya.

Baca juga: 10 Kata-kata Tentang Kopi Menginspirasi Hidup dan Cinta

Baca juga: Jerman Menjadi Tim Pertama yang Lolos ke Piala Dunia Qatar 2022

Kata dia, pihaknya akan bekerjasama dengan Puskesmas Kalipucang, untuk penelusuran tersebut.

"Sampai saat ini belum ada informasi atau petunjuk yang mengarah pada pelaku pembuangan bayi," jelas Iman.

Iman mengaku, dirinya tidak bisa berasumsi apakah bayi ini dibuang oleh orang Jawa Tengah atau Jawa Barat. Karena TKP buang bayi tersebut dekat dengan perbatasan dua wilayah itu. (Deni Rudini)

Baca juga: Gerah dengan Maraknya Ayam Kampus yang Marak di Semarang, Satpol PP Adakan Yustisi



Editor: Ajeng
    Bagikan  

Berita Terkait