Jadi Narasumber KPCPEN, Bupati Jeje Paparkan Ini

News —Rabu, 13 Oct 2021 23:32
    Bagikan  
Jadi Narasumber KPCPEN, Bupati Jeje Paparkan Ini
Jadi Narasumber KPCPEN, Bupati Jeje Paparkan Ini/Foto Prokopim

PANGANDARAN, DEPOST.ID

Bupati Kabupaten Pangandaran Jeje Wiradinata jadi narasumber Komite Penanganan Coronavirus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Acara tersebut digelar oleh Kementerian Kominfo melalui KPCPEN yang digelar secara virtual pada, Selasa 12 Oktober 2021 kemarin.

Jeje menjadi narasumber pada forum tersebut atas prestasi dan keberhasilannya dalam mengendalikan kasus Covid-19 di Kabupaten Pangandaran.

Pada kesempatan itu, Jeje menyampaikan, keberhasilan perubahan level bukan tujuan utama, tetapi yang harus diutamakan adalah melindungi masyarakat dari Covid-19.

"Keberhasilan pengendalian Covid-19 bukan terletak pada angka atau rumusan, namun ihtiar yang maksimal dan komitment bersama yang harus dibangun agar kita semua keluar dari pandemi Covid-19," katanya.

Jeje menambahkan, angka harian kasus Covid-19 di Kabupaten Pangandaran sudah sangat rendah.

"Namun meski angka kasus rendah, kami mengimbau agar tidak euforia," sebutnya,

Baca juga: Inovasi Gadis di Puskesmas Cigugur Pangandaran Jadi Progam Unggulan

Baca juga: Pangdam III Siliwangi Resmikan Tiga Fasilitas Instalasi Canggih, Bagi Masyarakat Cirebon

Jeje menjelaskan, saat ini di Kabupaten Pangandaran aktivitas Sekolah berjalan dengan teratur, wisata sudah dibuka, pasar, tempat ibadah dan acara hajatan pun sudah diperbolehkan dengan syarat mentaati protokol kesehatan.

"Kita ingin melindungi masyarakat dari Covid-19, testing akan kita tingkatkan," jelasnya.

Dia menerangkan, jika hanya mencari dari kontak erat, hasilnya tidak akan maksimal, namun akan lakukan screening.

“Tekad kami ingin melindungi semua masyarakat, maka berbagai upaya harus terus dilakukan," terangnya.

Untuk aktivitas di objek wisata, sambung Jeje, Pemerintah Daerah bersama Polisi sudah melakukan uji coba rekayasa jalan dan pemberlakuan ganjil genap.

“Kami sempat ditegur oleh Pak Luhut karena angka kunjungan yang tidak terkendali, namun kami lakukan evaluasi dan langkah strategis yang hasilnya cukup maksimal," paparnya.

Baca juga: Kabar Gembira, Di Grobogan Bayar Pajak Kendaraan Bisa Dicicil Tiga Bulan

Baca juga: Pineus Tilu Pangalengan, Merileksasiakan Pikiran Bersatu Dengan Alam

Jeje mengaku, saat kondisi pandemi Covid-19 membuka dan menutup objek wisata jadi hal yang dilematis.

“Kami dulu berpikir, kalau objek wisata dibuka takut ada lonjakan kasus, tetapi kami cari formula," ucap Jeje.

Formulasi pertama yang dilakukan adalah seluruh pelaku wisata 90 persen divaksin, kalau tidak maka wisata tutup.

Langkah selanjutnya menegaskan agar tidak ada kerumunan, maka dibentuk tim woro-woro terkait penggunaan masker.

“Akhirnya animo masyarakat untuk divaksin tinggi, maka saya terus

turun mengawasi dan edukasi terkait vaksinasi ke masyarakat," sambungnya.

Begitu juga sekolah, pihaknya sudah melakukan testing secara acak di sekolah, kedepan tempat kerumunan lain juga akan dilakukan testing. (Deni)

Baca juga: Minuman Booming 2021: Resep Red Velvet Chesee Latte

Baca juga: Panorama of Tlogo Muncar Waterfall, Enchantment of Beauty and Growing Myth

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait