Barang Kuno Banyak Ditemukan di Desa Selasari Pangandaran yang Masuk 50 Besar dalam Ajang ADWI 2021

News —Jumat, 15 Oct 2021 15:25
    Bagikan  
Barang Kuno Banyak Ditemukan di Desa Selasari Pangandaran yang Masuk 50 Besar dalam Ajang ADWI 2021
Barang Kuno Banyak Ditemukan di Desa Selasari Pangandaran yang Masuk 50 Besar dalam Ajang ADWI 2021/Dok: Disparbud Pangandaran

PANGANDARAN, DEPOST.ID

Desa Wisata Selasari di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, berhasil lolos kategori 50 Besar dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 dengan mengandalkan konsep pariwisata berkelanjutan berbasis alam dan budaya. 

Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran yang masuk nominasi 50 Desa Wisata se Indonesia juga banyak ditemukan barang kuno.

Kepala Seksi Seni Budaya di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Iing Rohidin mengatakan, barang kuno tersebut banyak ditemukan didalam goa.

"Berdasarkan penelusuran, di Desa Selasari ini banyak terdapat goa, bahkan jumlahnya hingga ratusan goa," kata Iing, Jumat 15 Oktober 2021.

Iing menyebutkan, Disparbud Kabupaten Pangandaran dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten telah menemukan beberada benda dan saat ini disimpan di TIC.

"Barang kuno itu di antaranya, gerabah yang ditemukan di goa Peteng dan tulang hewan purba untuk alat berburu di goa Sutrareregan Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran," sebutnya.

Baca juga: Tim BPCB Banten Pernah Temukan Tumpukan Bekas Kerang Besar di Desa Selasari Pangandaran

Baca juga: Kesenian Kuda Lumping yang Berasal dari Suku Jawa Memiliki Eksistensi Kuat di Pangandaran

Iing menjelaskan, benda kuno tersebut diyakini peralatan yang digunakan oleh manusia purba yang hidup 10.000 tahun lalu.

"Adanya penemuan benda kuno itu ciri eksistensi manusia purba banyak melakukan aktivitas dalam goa," jelasnya.

Iing menerangkan, barang kuno itu diyakini pada jaman mesolitikum atau jaman batu.

"Kehidupan saat jaman mesolitikum menggunakan batu sebagai alat dalam kegiatan sehari-hari, serta membuat kerajinan gerabah dari tanah liat," terangnya.

Menurut Iing, manusia pada jaman mesolitikum mulai mengalami perkembangan budaya yang lebih cepat, salah satu diantaranya sudah mulai bercocok tanam meskipun dengan cara yang masih sederhana.

"Mereka dalam melakukan aktivitas masih menggunakan tulang dan tanduk hewan untuk keperluan sehari-hari, salah satu bukti kami menemukan beberapa manik-manik dari tulang dan 3 buah gigi gajah purba," tandasnya. (Deni)

Baca juga: Hasil Brazil vs Uruguay World Cup Amerika: Neymar dan Raphinha Tampil Memukau di Kualifikasi Piala Dunia

Baca juga: Drama Korea Reflection Of You Episode 1 Sub Indo, Penghianatan dan Kisah Cinta

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait