Terkait Penganiayaan Anak di Blok Tumaritis, Polres Cirebon Kota, Kumpulkan Sejumlah Alat Bukti

News —Kamis, 21 Oct 2021 11:35
    Bagikan  
Terkait Penganiayaan Anak di Blok Tumaritis, Polres Cirebon Kota, Kumpulkan Sejumlah Alat Bukti
Kapolres Cirebon Kota AKBP M. Fahri Siregar, SH.S.IK.MH., Kasat reskrim AKP I Putu asti Hermawan, S.IK, MH, M.Si. KBO Reskrim Ipda Dwi, kasi Propam Iptu Sukirno, SH. kasi Humas Iptu Ngatidja, SH.MH./

CIREBON, DEPOST- Polres Cirebon Kota konferensi pers terkait maraknya pemberitaan mengenai adanya dugaan penganiayaan anak dengan menempelkan wajah ke knalpot motor yang terjadi di Blok Tumaritis Desa Pegagan Lor Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon Jawa Barat.

Kapolres Cirebon Kota AKBP M. Fahri Siregar, SH.S.IK.MH mengatakan, pihaknya tengah memanggil terduga pelaku dan keluarga korban, juga memeriksa beberapa saksi.

“Dari pihak terduga pelaku ada 3 orang yang kami periksa, lalu kami juga mengumpulkan keterangan dari saksi. Ayah korban juga kami mintai keterangan". Kata AKBP M. Fahri Siregar. Rabu (20/10/2021)

Baca juga: AKABRI 1999 Peduli Gelar Vaksinasi Massal Dan Salurkan Bansos Dimasa PPKM

Baca juga: Ditemukan Mayat Perempuan Penuh Luka dan Kepala Ditutup Plastik Tanpa Identitas di Pangandaran

Kapolres Cirebon Kota AKBP M. Fahri Siregar, SH.S.IK.MH., Kasat reskrim AKP I Putu asti Hermawan, S.IK, MH, M.Si. KBO Reskrim Ipda Dwi, kasi Propam Iptu Sukirno, SH. kasi Humas Iptu Ngatidja, SH.MH./ LE

Fahri menyatakan, baik pelaku maupun korban masih dibawah umur, oleh karena itu penyelidian dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan praduga tidak bersalah. Sambil terus melakukan pengembangan dan memastikan alat bukti terpenuhi.

“Karena ini semuanya anak-anak, oleh karena itu kita menggunakan unsur kehati-hatian. Jangan sampai nanti tindakan kepolisian bisa mengganggu psikis mereka". Ujar Alumni Akpol 2002 ini.

Baca juga: AKABRI 1999 Peduli Gelar Vaksinasi Massal Dan Salurkan Bansos Dimasa PPKM

Baca juga: Ditemukan Mayat Perempuan Penuh Luka dan Kepala Ditutup Plastik Tanpa Identitas di Pangandaran

Di sisi lain, Fahri mengungkapkan, sampai saat ini dari keterangan saksi yang kami peroleh belum ada yang secara langsung melihat peristiwa kekerasan tersebut, bahkan salah satu saksi mengatakan saat kejadian terduga pelaku tengah main bola.

"Karena tidak ada saksi yang melihat secara langsung penganiayan tersebut. Oleh karena itu, penyidik masih mengumpulkan alat bukti". Pungkasnya. (Le)

Baca juga: AKABRI 1999 Peduli Gelar Vaksinasi Massal Dan Salurkan Bansos Dimasa PPKM

Baca juga: Ditemukan Mayat Perempuan Penuh Luka dan Kepala Ditutup Plastik Tanpa Identitas di Pangandaran


Editor: Ajeng
    Bagikan  

Berita Terkait