Akses Makin Mudah dengan Hadirnya Jembatan Cinta di Desa Nanggerang

News —Jumat, 11 Mar 2022 18:22
    Bagikan  
Akses Makin Mudah dengan Hadirnya Jembatan Cinta di Desa Nanggerang
Jembatan Cinta sepanjang 70 meter hadir di Desa Nanggerang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.* (FOTO: Biro Adpim Jabar)

DEPOSTID (KAB. BANDUNG BARAT),- Jembatan Cinta hadir di Desa Nanggerang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Jembatan sepanjang 70 meter yang menghubungkan Desa Nanggerang dan Desa Mukapayung itu diharapkan dapat menggerakan roda perekonomian dan aksesibilitas pendidikan warga sekitar. Jembatan ini dibangun atas hasil swadaya Alumni SMAN 5 Bandung.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengemukakan bahwa peran Alumni SMAN 5 Bandung patut dicontoh, karena mereka bisa menjadi kepanjangtangangan pemerintah dalam menghadirkan solusi bagi warga Jabar. Demikian dikemukakan Ridwan Kamil dalam siaran pers Pemprov Jabar, saat meresmikan jembatan tersebut di Desa Nanggerang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (06/03/2022). Turut hadir dalam peresmian tersebut, Atalia Praratya dan Ketua Umum Alumni SMAN 5 Bandung Allan Nurichsan Rahman,

Selaku Alumni SMAN 5 Bandung, Atalia Praratya mengaku bangga dengan aksi almamaternya tersebut. Apalagi kegiatan yang dilakukan banyak menyasar sektor kemanusiaan. Menurutnya, jembatan ini sangat penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan pergerakan masyarakat menjadi lebih cepat.

"Saya sangat bangga, dalam 30 tahun ini banyak kegiatan yang dilakukan oleh Alumni SMAN 5 Bandung untuk masyarakat. Seperti aksi yang saat ini dilakukan dengan membangun Jembatan Cinta di Desa Nangggerang, Cilillin. Mudah mudahan ini bisa mendorong ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan masyarakat," sebut Atalia.

Ketua Umum Alumni SMAN 5 Bandung Allan Nurichsan Rahman mengatakan, banyak program yang telah dilakukan rekan-rekannya, termasuk membuat Jembatan Cinta dengan panjang 70 meter yang menghubungkan Desa Nanggeran dan Desa Mukapayung di Cililin, Kabupaten Bandung Barat ini.

Baca juga: Profil Kim Sejeong ‘A Bussines Proposal’ dan Deretan Drama yang Diperankannya

"Kita mengumpulkan dana, bahkan untuk engineer-nya dicari dari alumni SMA Negeri 5 Bandung. Kita kerja sama pula dengan Vertical Rescue Indonesia, sehingga dua minggu sudah selesai. Aksi berikutnya, kita akan menggelar olahraga antar SMA di Jawa Barat, dan semarak Ramadhan," tandasnya.

Genjot pembangunan infrastruktur

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil optimistis tahun 2022 kondisi pandemi COVID-19 akan membaik. Ia pun berharap bisa kembali fokus membangun infrastruktur yang selama dua tahun ini sempat terhenti akibat refocusing anggaran untuk penanganan COVID-19.

"Tahun 2022 ini, Insya Allah, kita bisa melewati pandemi ini," ucapnya saat menghadiri Penutupan Pengajian Rutin Jumat Wage Pondok Pesantren Lirboyo V di Desa Tegalaren, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Jumat (04/03/2022), seperti terungkap dalam rilis yang disampaikan Pemprov Jabar.

Ia menuturkan, apabila pemerintah pusat telah menetapkan status pandemi menjadi endemi, maka COVID-19 akan dianggap seperti penyakit flu biasa karena tidak membahayakan lagi. Menurutnya, perubahan kearah endemi sudah mulai terlihat salah satunya dari rendahnya tingkat keterisian rumah sakit walaupun kasus meningkat.

Baca juga: Karim Benzema Mimpi Buruk Bagi PSG di Liga Champions

"COVID-19 suatu hari akan sama dengan penyakit flu biasa. Meski penyakit ini tetap hadir, tapi tidak membahayakan lagi," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil.

Selama dua tahun pandemi COVID-19, Pemda Provinsi Jabar menghentikan sejumlah proyek pembangunan karena anggarannya dialihkan untuk penanganan COVID-19, maupun bantuan sosial. Bahkan Jabar sempat kehilangan pendapatan sekitar Rp 5 triliun karena pembatasan aktivitas perekonomian.

"Kami hilang Rp 5 triliun oleh COVID-19 yang seharusnya itu untuk membangun jalan dan infrastruktur lainnya karena anggarannya ditarik dulu untuk menyelamatkan nyawa dan bansos," tutur Kang Emil.

Ia memastikan, bila situasi COVID-19 telah membaik dan perekonomian kembali sepenuhnya pulih, maka pembangunan di Jabar akan kembali digenjot. Sejumlah rencana pun telah disiapkan seperti membangun jembatan, pengaspalan jalan, hingga pembangunan rumah-rumah ibadah.

"Pasca pandemi kita akan fokus lagi membangun jembatan, pengaspalan, membangun gedung pesantren dan infrastruktur lainnya yang selama dua tahun ini tertahan," jelas Kang Emil.* (TISHA S. KANILAH)

Baca juga: Gading Marten Jadi Presiden Salah Satu Klub di BRI Liga 1

Editor: Putri
    Bagikan  

Berita Terkait