Pariwisata UPI Rancang Wisata Gastronomi di Garut Menelusuri Kekayaan Makanan Nusantara

Pendidikan —Sabtu, 24 Sep 2022 15:56
    Bagikan  
Pariwisata UPI Rancang Wisata Gastronomi di Garut Menelusuri Kekayaan Makanan Nusantara
Pelatihan Wisata Gastronomi dengan UMKM.* (FOTO: Istimewa)


DEPOST.ID (KAB. GARUT),- Salah satu Tim Program Kemitraan Masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia dengan Ketua Dr. Ahmad Hudaiby Galikusumah, M.M. telah melaksanakan kegiatan pengabdian bertajuk “Hayu Mulih ka Desa”, pada Bulan Agustus hingga September 2022.  Kegiatan ini sebagai konsep Pengembangan Wisata Gastronomi di Garut, yang berlangsung di Villa Sarema di Kampung Cikarag, Kec. Cibatu, Kabupaten Garut.  Berkolaborasi bersama para UMKM, praktisi kuliner dan pariwisata, Dinas Koperasi dan UMKN Garut, pemuda karang taruna, akademisi, dan juga media daerah di Garut.

Dalam kegiatan pemberdayaan ini ada tiga fokus bidang yang diimplementasikan langsung kepada masyarakat, yaitu manajemen wisata, inovasi produk daerah, serta konservasi lingkungan.

Kegiatan pengabdian ini didasari oleh keresahan para UMKM di daerah dalam mengikuti dinamika dan pengaruh tren makanan barat yang terus bermunculan di Indonesia.  Akhirnya berdampak pada ketatnya persaingan di industri satu ini. Landasan keresahan yang dialami UMKM daerah tersebut akhirnya menciptakan gambaran solusi bagi akademisi dalam merancang dan mengimplementasikan perubahan bagi masyarakat.  Sesuai dengan salah satu fungsi pokok dari suatu perguruan tinggi.

“Kami merancang sebuah konsep dan inovasi baru yang sedang dilakukan oleh beberapa stakeholder belakang ini.  Salah satunya gastronomy tourism, yaitu menceritakan nilai serta unsur filosofis bagi para penikmatnya, bukan sekedar menghidangkan sajian cantik pada makanan,” ujar Sri Wahyuni, S.Par selaku praktisi bidang wisata kuliner.

Baca juga: Minuman Wedang Hangat Khas Malang, Sudah Coba Ronde Titoni?

  “Kami juga merancang misi menelusuri dan mengenalkan kembali berbagai kekayaan makanan dan alam Priangan Timur melalui Trip Gastronomi Hayu Mulih ka Desa di Garut yang langsung bekerjasama dengan beberapa praktisi dan masyarakat,” tambah Sri.

Dr. Ahmad Hudaiby Galikusumah, M.M. mengungkapkan bahwa potensi ekonomi para pengelola wisata daerah ini bisa menjadi besar.  Jika manajemen wisata serta pelayanan baik dan menarik. Sehingga langkah awal pengabdian ini adalah membenahi seluruh manajemen pelayanan.  Selain itu memaksimalkan potensi alam yang ada dan menciptakan konten sajian makanan menarik bagi pengunjung.

Luaran utama kegiatan pengabdian ini menyasar para kaula muda dan keluarga.   Program"Hayu Mulih ka-Desa” berarti “Ayo Pulang ke Desa” ini bukan hanya aktivitas liburan, tetapi juga misi untuk meningkatkan kembali kesadaran masyarakat akan keberagaman makanan nusantara, sejarah dan seni penyajiannya.  Juga, menyadari kekayaan alam pada setiap daerahnya.

Rangkaian gastronomy trip bersama warga sekitar Villa Sarema ini akan dibuka untuk umum sebanyak 3 kali dalam 1 bulan.  Trip pelaksanaannya akan dilakukan selama 2 hari 1 malam pada setiap akhir pekan. Trip yang dilakukan akan dimulai dari Kota Bandung menggunakan moda kereta api.

Sepanjang perjalanan, para pengunjung akan disuguhkan panorama pesawahan dan pegunungan yang terbentang luasnya di Garut selama kurang lebih 3 jam perjalanan. Setelah sampai di Stasiun Cibatu Kabupaten Garut, pengunjung bisa menelusuri napak tilas sejarah pelawak terkenal dunia Charlie Chaplin.  Pelawak ini pernah berkunjung ke Stasiun Cibatu pada tahun 1927 dan 1935. 

Baca juga: Saat Berkendara di Malam Hari, Wajib Perhatikan Tips Berikut

Selanjutnya rangkaian kegiatan food gastronomy akan dimulai dengan memberikan pengalaman dan sajian menu makanan dengan konsep Gastronomi Nusantara.  Konsep ini telah dirancang sedemikian rupa sebelumnya oleh praktisi kuliner dan para Ibu-Ibu UMKM dari Koperasi Rukun Ikhtiar Persistri Cibatu. Pada agenda ini, dapat mengikuti ragam aktivitas untuk membuat suatu olahan makanan berat (main course) yang berasal dari bahan pangan lokal serta diproses secara tradisional juga. Dalam praktiknya, akan mendapatkan beberapa wawasan menarik terkait cara mengolah, membuat, mencicipi, hingga sejarah atau nilai historis pada setiap makanan yang dibuat.

Kemudian setiap pengunjung juga mengikuti rangkaian kegiatan lain, seperti berkreasi membuat batik eco printing yang berasal dari dedaunan sekitar wilayah kampung ini. Tujuan kegiatan ini yaitu kembali mengenali dan menyadari manfaat alam di sekitar lingkungan kita melalui media kreasi yang menarik. 

Baca juga: Heboh Momen KARA akan Comeback dengan Lima Anggotanya

“Tidak hanya itu, pada momen sore hari, setiap pengunjung akan mencicipi beberapa modifikasi olahan jajanan pasar tradisional dan 1 minuman menyegarkan hasil inovasi dan kolaborasi dengan para Ibu UMKM selama pelatihan sebelumnya,” ujar Syifa Ainurrohmah selaku praktisi (chef pastry).

Kegiatan menarik selanjutnya yang akan diikuti oleh setiap peserta yaitu momen menyantap hidangan berkuah khas Garut, yaitu Baso Aci yang dikenalkan pada pengunjung saat malam hari.  Sedangkan pada pagi harinya, setiap peserta akan diajak berkeliling menyusuri pesawahan dan perkebunan di wilayah Villa Sarema sembari melihat ragam aktivitas warga di pedesaan hingga sampai ke sumber mata air di kampung tersebut.

Hidangan penutup pada rangkaian Trip Gastronomi ini, yaitu olahan singkong hasil panen warga di wilayah tersebut.  Semakin lengkap dengan secangkir teh herbal dan nasi goreng kampung yang disajikan khas menggunakan piring seng seperti tempo dulu.

Meski jauh dari hiruk pikuk perkotaan, tetapi tempat yang langsung dikelola oleh beberapa ibu rumah tangga daerah Villa Sarema ini menawarkan banyak fasilitas untuk memanjakan para pengunjungnya.  Diharapkan, rancangan kegiatan Wisata Gastronomi “Hayu Mulih ka Desa” ini bisa berdampak lebih luas bagi warga sekitar di Kampung Cikarag Kabupaten Garut ini.

Siti Hasanah selaku pemilik Villa Sarema sekaligus mitra pengabdian ini juga menuturkan harapannya, “Semoga tempat ini bisa menjadi wahana berkumpul bagi pengunjung dari kota yang hendak bersantai dan menikmati alam di pedesaan.  Sembari belajar mengenal kembali makanan tradisional dahulu.”* (PARISAINI R ZIDANIA)

Baca juga: Jaga Datamu dari Terjadinya Doxing, Ini Kiatnya

Editor: Zizi
    Bagikan  

Berita Terkait