Asal-usul Kota Surabaya, Dongeng Pertengkaran Sura dan Baya

Pendidikan —Kamis, 7 Oct 2021 14:01
    Bagikan  
Asal-usul Kota Surabaya, Dongeng Pertengkaran Sura dan Baya
Asal-usul Kota Surabaya, Dongeng Pertengkaran Sura dan Baya/pinterest

DEPOST

Bukan hanya hasil bumi kekayaan Indonesia, namun budaya dan khas juga banyak berkembang di Indonesia , seperti asal usul sebuah kota atau daerah yang sangat dipercaya oleh masyarakat berikut ini salah satu asal-usul kota besar di Indonesia yaitu Surabaya.

Dahulu, dilautan luas sering terjadi perkelahian antara Ikan Hiu Sura dengan Buaya Baya. Mereka berkelahi hanya karena berebut mangsa.Keduanya sama-sama kuat, sama-sama tangkas,sama-sama cerdik, sama-sama ganas dan sama-sama rakus.Sudah berkali-kali mereka berkelahi belum pernah ada yang menang atau pun yang kalah. akhirnya mereka mengadakan kesepakatan

Untuk mencegah perkelahian di antara mereka , mereka membagi daerah kekuasaan menjadi dua. Sura berkuasa sepenuhnya di dalam air dan harus mencari mangsa di dalam air,sedangkan Baya barkuasa di daratan dan mangsa harus yang berada di daratan. Sebagai batas antara daratan dan air batasnya,yaitu tempat yang dicapai oleh air laut pada waktu pasang surut

Baca juga: Wisata Jodipan di Malang, Kampung Pelangi Bak Korea Selatan

Baca juga: Deretan Toko di Ciamis Ludes Dilahap Si Jago Merah, Menelan Korban Tewas dan Luka-luka

Dengan adanya pembagian wilayah kekuasaan, maka tidak ada lagi perkelahian antara Sura dan Baya. Keduanya telah sepakat untuk menghormati wilayah masing-masing.

Tetapi pada suatu hari, Sura mencari mangsa di sungai. Hal ini dilakukan dengan sembunyi-sembunyi agar Baya tidak mengetahui. Mula-mula hal ini memang tidak ketahuan. Tetapi pada suatu hari Baya memergoki perbuatan Sura ini.Tentu saja Baya sangat marah melihat Sura melanggar janjinya.

Sura yang merasa tak bersalah tenang-tenang saja.

"Aku melanggar kesepakatan? Bukankah sungai ini berair.Bukankah aku sudah bilang, bahwa aku adalah penguasa di air?

Baca juga: Wisata Pantai Semeti Pemandangan Unik dengan Batu Karang Memanjang di Nusa Tenggara Barat

Baca juga: Wohkudu Beach Hidden Paradise in Exotic and Romantic Gunung Kidul

Nah, sungai ini 'kan ada airnya, jadi juga termasuk daerah kekuasaanku, " Kata Sura.

"Apa? Sungai itu 'kan tempatnya di darat, sedang daerah kekuasaanmu ada di laut, berarti sungai itu adalah darerah kekuasaanku!" Baya ngotot.

Karena saling memepertahankan keyakinan masing-masing akhirnya perkelahian tak terelakan. Pertarungan kali ini semakin seru dan dahsyat. Saling menerjang dan menerkam, saling menggigit dan memukul.

Dalam waktu sekejap, air disekitarnya menjadi merah oleh darah yang keluar dari luka-luka kedua binatang tersebut. Mereka terus bertarung mati-matian tanpa istirahat sama sekali.

Baca juga: Wisata Pantai Semeti Pemandangan Unik dengan Batu Karang Memanjang di Nusa Tenggara Barat

Baca juga: Wohkudu Beach Hidden Paradise in Exotic and Romantic Gunung Kidul

Dalam pertarungan dahsyat ini, Baya mendapat gigitan Sura di pangkal ekornya sebelah kanan. Selanjutnya, ekornya itu terpaksa selalu membengkok kekiri. Sementara Sura juga tergigit ekornya hingga hampir putus, lalu Sura kembali ke lautan. Baya puas telah dapat mempertahankan daerahnya.

Pertarungan antara ikan Hiu yang bernama Sura dan Buaya bernama baya ini sangat berkesan di hati masyarakat Surabaya. Oleh karena itu,nama Surabaya selalu dikait-kaitkan dengan peristiwa ini. Dari peritiwa inilah kemudian dibuat lambang Kota Surabaya yaitu gambar "ikan hiu sura dan buaya baya".

Baca juga: Wisata Pantai Semeti Pemandangan Unik dengan Batu Karang Memanjang di Nusa Tenggara Barat

Baca juga: Wohkudu Beach Hidden Paradise in Exotic and Romantic Gunung Kidul

Namun ada juga sebahagian berpendapat, asal usul Surabaya baerasal dari kata Sura dan Baya. Sura berarti Jaya atau selamat. Baya berarti bahaya, jadi Surabaya berarti "selamat menghadapi bahaya"./ RS

 


Editor: Ajeng
    Bagikan  

Berita Terkait