Sketsa Rasa, Pada Penggalan Kisah-Sunyikah Surga?

Pendidikan —Sabtu, 9 Oct 2021 11:04
    Bagikan  
Sketsa Rasa, Pada Penggalan Kisah-Sunyikah Surga?
Sketsa Rasa, Pada Penggalan Kisah-Sunyikah Surga?/ istimewa

Amir Machmud NS

API DARI KUBURKU

kurenungi mengapa seperti itu mimpiku
kau tikam dengan pisau panjang
dengan kilatan merah darah
yang amis melumpuhkan indera rasa

kutafsirkan mengapa seperti itu igauanku
kau tetak tepat di pusat jantung
dengan pisau yang seruncing itu kau asah
ujungnya mengepulkan dupa kematian
baunya mengalirkan aroma kuburan

kuyakini mengapa seperti itu mimpiku
kau bunuh dengan amarah mata
kau akhiri hidupku dengan cincang rasa
kau kubur jasadku dengan seremoni mantera

dari kuburku terlihat api membara
: tak pernah terbaca dari sekuel mimpi
tak pernah terbawa dari segala igau gila.
(2020)

Baca juga: Salesman Hebat Bagian 1, Kunci Sukses Menjadi Salesman Hebat 80% Motivasi, Benarkah?

Baca juga: Aneh tapi Nyata! Hutan Bernafas di Kanada Bikin Takjub ketika Melihatnya


SUNYIKAH SURGA?

perih siapakah yang meronta
dibawa sayat luka
dalam lipatan daun pagi
rasa tertikam tak juga kering
dingin membekap cakrawala
kubuang ragu datang bimbang

bau kabut membawa pergi surgaku
melingsir membenam di tepi senyap
sunyikah yang kau tahu tentang swargaloka?

o, sepedih itu jerit melantun
sepagi ini gelisah merumun

luka siapa yang sengaja ditunda
untuk menyemai kegetiran yang sama
dengan perih lukaku?
(2020)

Baca juga: Wisata Pantai Logending Kebumen, Keindahan dan Mitos Pintu Gerbang Nyi Roro Kidul

Baca juga: Resep Masakan, Cara Membuat Pecel Sayur Sederhana Makanan Khas Nusantara

KISAH BEKU

hujan mencurah setergesa itu
membelakangi mimpi
duka siapa yang bergegas
melangkahi remang pagi
entah ke mana mengirim sejuk melintas

: semesta pun menitipkan kisah beku
yang tak tuntas di ranjang muram.
(2020)

Baca juga: Wisata Pantai Logending Kebumen, Keindahan dan Mitos Pintu Gerbang Nyi Roro Kidul

Baca juga: Resep Masakan, Cara Membuat Pecel Sayur Sederhana Makanan Khas Nusantara

PADA PENGGALAN KISAH

malam tak selesai mengisahkan sesal
padahal pagi tak segera datang
waktu tak cukup panjang berdetak
suara-suara sepi tak mau menepi
menggurat sisa wangi
meninggalkan jejak jelaga
yang melumpuhkan rindu.
(2020)

-- Sajak-sajak itu dinukil dari antologi "Kematian, Setiap Kali" (2021). Kumpulan puisi itu merupakan satu di antara empat antologi tunggal Amir Machmud NS, penyait dan wartawan senior yang tinggal Semarang.


Editor: Ajeng
    Bagikan  

Berita Terkait