Mengenal Adat Omed-Omedan: Festival Cari Jodoh di Bali

Wisata —Senin, 13 Dec 2021 13:56
    Bagikan  
Mengenal Adat Omed-Omedan: Festival Cari Jodoh di Bali
image Pinterest

BALI, DEPOST- Pulau Dewata dikenal memiliki banyak budaya, seperti upacara dan adat istiadat Bali yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Keunikan ini menjadi daya tarik para wisatawan selain pesona alam Bali yang juga memesona.

Omed-omedan adalah upacara yang diadakan oleh pemuda-pemudi Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar Selatan, Denpasar yang diadakan setiap tahun. Omed-omedan diadakan setelah Hari Raya Nyepi, yakni pada hari ngembak geni untuk menyambut tahun baru saka.

Omed-omedan berasal dari bahasa Bali yang artinya tarik-tarikan. Asal mula upacara ini tidak diketahui secara pasti, tetapi telah berlangsung lama sejak nenek moyang dan dilestarikan secara turun temurun.

Baca juga: Wisata Pantai Air Manis Padang yang Memiliki Cerita Legenda

Tradisi Omed omedan

Omed-omedan melibatkan sekaa teruna teruni atau pemuda-pemudi yang berumur 17 hingga 30 tahun dan belum menikah. Prosesi omed-omedan dimulai dengan persembahyangan bersama untuk memohon keselamatan. Usai sembahyang, peserta dibagi dalam dua kelompok, laki-laki dan perempuan. Kedua kelompok tersebut mengambil posisi saling berhadapan di jalan utama desa.

Dua kelompok, setelah seorang sesepuh memberikan aba-aba, saling berhadapan dan tarik menarik satu sama lain. Peserta upacara ini terdiri dari 40 pria dan 60 wanita. Sisa peserta akan dicadangkan untuk tahap berikutnya. Cara omed-omedan ini adalah tarik-menarik menggunakan tangan kosong antara pria dan wanita dan disirami air.

Upacara ini dilakukan hingga jam 17.00 waktu setempat. Omed-omedan adalah upacara yang diadakan oleh pemuda-pemudi Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar Selatan, Denpasar yang diadakan setiap tahun. Omed-omedan diadakan setelah Hari Raya Nyepi, yakni pada hari ngembak geni untuk menyambut tahun baru saka. Omed-omedan berasal dari bahasa Bali yang artinya tarik-tarikan. Asal mula upacara ini tidak diketahui secara pasti, tetapi telah berlangsung lama sejak nenek moyang dan dilestarikan secara turun temurun.

Baca juga: Wisata Gili Labak Madura, yang Menyimpan Keindahan

Sejarah Tradisi Omed omedan

Pada awal mulanya sejarah Tradisi Omed-omedan berlangsung pada saat Hari Raya Nyepi, tempat dilakukannya di Puri Oka.

Puri Oka merupakan sebuah kerajaan kecil pada zaman penjajahan Belanda.

Karena pada saat itu seorang tokoh puri Ida Bhatara Kompiang sakit keras maka dihimbau seluruh penduduk desa Sesatan untuk tidak melakukan keributan di depan Puri.

Pada saat hari Nyepi tiba para warga pun sedih dan kecewa akibat larangan tersebut, dan beberapa warga akhirnya melanggar dan tetap mengadakan Tradisional Omed-omedan

Raja yang pada saat itu sedang sakit keluar dan melihat warganya yang sedang rangkul-rangkulan.

Baca juga: Wisata Garuda Wisnu Kencana Bali

Anehnya melihat warganya melakukan omed omedan, tiba-tiba raja tak lagi merasakan sakitnya. Ajaibnya setelah itu raja kembali sehat seperti sediakala.

Dan sejak itu peristiwa tersebut Tradisi Omed-omedan kembali di teruskan dan dilaksanakan seperti semula.

Namun pemerintah Belanda yang waktu itu menjajah Bali gerah dengan upacara itu.

Belanda pun melarang ritual permainan muda mudi tersebut. Warga yang taat adat tidak menghiraukan larangan Belanda dan tetap menggelar Tradisi Omed-omedan.

Namun tiba-tiba ada 2 ekor babi besar berkelahi di tempat Tradisi Omed-omedan biasa digelar.

Akhirnya raja dan rakyat meminta petunjuk kepada leluhur. Setelah itu Tradisi Omed-omedan dilaksanakan kembali tapi sehari setelah Hari Raya Nyepi

Acara omed-omedan ini berlangsung sekitar dua jam. Tradisi Omed-omedan dilakukan oleh para Sekaa Teruna Satya Dharma Kerthi atau pemuda-pemudi Banjar Kaja sesetan yang belum menikah. -23

Baca juga: Wisata Pantai Pulau Merah Banyuwangi yang Indah

Editor: Reza
    Bagikan  

Berita Terkait