Upacara Adat Melasti Bali: Tradisi Unik Mensucikan Diri

Wisata —Selasa, 14 Dec 2021 13:55
    Bagikan  
Upacara Adat Melasti Bali: Tradisi Unik Mensucikan Diri
image Pinterest

BALI, DEPOST- Pulau Bali dikenal memiliki budaya yang banyak, seperti upacara dan adat istiadat Bali yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Keunikan ini menjadi daya tarik para wisatawan selain pesona alam Bali yang juga memesona.

Adat istiadat di Bali telah diwariskan dan dilestarikan dari generasi ke generasi. Tradisi unik ini kemudian menjadi sebuah atraksi bagi wisatawan yang datang berkunjung.

Upacara Melasti

Upacara Melasti digelar untuk menghanyutkan kotoran alam menggunakan air kehidupan. Upacara Melasti dilaksanakan di pinggir pantai dengan tujuan mensucikan diri dari segala perbuatan buruk pada masa lalu dan membuang ke laut. Dalam kepercayaan Hindu, sumber air seperti danau, dan laut dianggap sebagai air kehidupan (tirta amerta).

Baca juga: Mengenal Adat Omed-Omedan: Festival Cari Jodoh di Bali

Selain melakukan persembahyangan, upacara Melasti juga adalah pembersihan dan penyucian benda sakral milik pura (pralingga atau pratima Ida Bhatara dan segala perlengkapannya). Benda-benda tersebut diarak dan diusung mengelilingi desa. Hal ini dimaksudkan untuk menyucikan desa. Dalam upacara ini, masyarakat dibentuk berkelompok ke sumber-sumber air seperti danau dan laut.

Sejarah Melasti

Satu kelompok berasal dari wilayah atau desa yang sama. Seluruh peserta mengenakan baju putih. Para pemangku berkeliling dan memercikan air suci kepada seluruh warga yang datang serta perangkat-perangkat peribadatan dan menebarkan asap dupa sebagai wujud mensucian. Pelaksaaan upacara Melasti dilengkapi dengan berbagai sesajian sebagai simbol Trimurti, 3 dewa dalam Agama Hindu, yaitu Wisnu, Siwa, dan Brahma, serta Jumpana, singgasana Dewa Brahma.

Di Bali umat Hindu melaksanakan upacara Melasti dengan mengusung pralingga atau pratima Ida Bhatara dan segala perlengkapannya dengan hati tulus ikhlas, tertib dan hidmat menuju samudra atau mata air lainnya yang dianggap suci.

Baca juga: Kisah Dibalik Batu Kursi Siallagan

Sebelum pelaksanaan ritual, biasanya panitia dari tiap rombongan (banjar atau desa) akan menyediakan sebuah meja atau panggung yang diposisikan membelakangi laut atau danau. Dan meja juga merupakan tempat untuk meletakkan berbagai perangkat suci peribadahan dari pura beserta beraneka jenis sesajian

Untuk menyambut Hari Raya Nyepi, pelaksanaan upacara Melasti ini di bagi berdasarkan wilayah, di Ibu kota provinsi dilakukan Upacara Tawur. Di tingkat kabupaten dilakukan upacara Panca Kelud. Di tingkat kecamatan dilakukan upacara Panca Sanak.

Di tingkat desa dilakukan upacara Panca Sata. Dan di tingkat banjar dilakukan upacara Ekasata. Sedangkan di masing-masing rumah tangga, upacara dilakukan di natar merajan (sanggah). Upacara ini dilaksanakan agar umat Hindu diberi kekuatan dalam melaksanakan Hari Raya Nyepi.

Upacara Melasti dilaksanakan dengan melakukan sembahyang bersama menghadap laut dan setelah usai dilakukan, pratima dan segala perlengkapannya ditedunkan dari jempana dan diusung kembali ke Balai Agung di Pura Desa masing-masing. -23

Baca juga: Wisata Pantai Air Manis Padang yang Memiliki Cerita Legenda

Editor: Reza
    Bagikan  

Berita Terkait